Arsenal punya harapan besar untuk meninggalkan semua rival mereka. Bertanding di Inggris dan sekaligus tingkat benua bukan perkara yang mudah. Mereka tidak akan bisa mencapai hasil yang diharapkan kalau mudah merasa puas dengan hasil yang mereka dapatkan di musim 2025/26. Mikel Arteta paham betul kalau ada momen emas yang ada di depan mata mereka. Kondisi rival-rival mereka yang rentan karena baru saja mengalami transisi pelatih bisa menjadi momen yang mereka manfaatkan. Tapi semuanya akan kurang berarti kalau tidak diimbangi dengan dukungan pemain yang tepat. Maka dari awal bursa dibuka, The Gunners langsung bergerak cepat dengan menggaet pemain prioritas. Tapi rupanya The Gunners tak cukup beruntung dengan beberapa pemain. Ada nama tertentu yang awalnya masuk dalam target incaran mereka, tapi sekarang harus mereka hitung ulang langkahnya. Arsenal mau tidak mau harus menempuh langkah ini setelah target mereka, Igor Paixao, dari Marseille mungkin belum waktunya untuk pindah.
Kabar Buruk bagi Arsenal tentang Igor Paixao
Arsenal dan Sunderland harus menelan kenyataan pahit dengan rencana mereka di musim panas ini. Dua klu bini sempat bertemu di persimpangan jalan ketika merea sama-sama berencana untuk meyakinkan gelandang Marseille, Igor Paixao, untuk mau bergabung dengan salah satu dari mereka. Tapi sekarang rencana ini tampaknya harus berubah. Kabar terbaru memaksa dua klub ini untuk mengatur ulang strastegi masing-masing dengan waktu yang semakin terbatas.
Tim dengan nama lain Regis Le Bris terendus media cukup mengagumi pemain berusia 26 tahun tadi. Dia mulai masuk dalam radar pemantauan mereka setelah mencetak 12 gol dan melkaukan 6 asist dalam 42 pertandingan di semua kompetisi dalam debut perdananya di Selatan Perancis pada musim lalu. Klub Kucing Hitam saat ini sedang mempersiapkan diri mereka untuk bisa menghadapi kompetisi sepakbola di Eropa. Dari informasi paling anyar, mereka sepertinya telah menerima penawaran untuk bisa segera bekerjasama dengan Jack Grealish. Tapi bentuk yang ditawarkan hanya berlaku untuk sementara dari Manchester City. Kesempatan ini terbuka mengingat pemain berusia 30 tahun ini seang mencoba mendapatkan kembali waktu bermain di City. Sebelumnya, dia juga sempat bertugas dengan skema yang sama di Everton.
Hasil Positif Didapatkan The Gunners
Musim baru mendatangkan hasil yang cukup baik bagi The Gunners. Mereka sudah cukup terbiasa bersaing di kompetisi level atas, termasu untuk tingkat benua. Pengalaman seperti ini mereka manfaatkan maksimal untuk memperbesar peluang menghabisi lawan-lawannya. Di awal musim 2026/27 mereka mendapatkan hasil yang cukup baik untuk mempertahankan gelar sebagai juara bertahan EPL. Saat dipertemukan dengan Coventry City yang baru saja dipromosikan ke turnamen ini, mereka berhasil menang 3-0 tanpa batas. Pertandingan di hari Jumat malam ini memberikan kesan sekaligus dorongan moral yang sangat positif untuk semua pemain mereka.
The Gunners sudah lebih dulu mendapatkan kemenangan pertama mereka di awal musim yang baru sebelum melawan Coventry City. Mereka melibat Manchester City dalam pertarungan final di Community Shield, sekaligus memastikan mereka mendapat trofi juara pertama. Kompetisi ini memang tidak berada di level yang sama dengan EPL atau Champions League. Tapi menang di kejuaraan ini membentuk momentum yang tepat sekaligus menjadi awal yang membawa dorongan positif untuk merkea bisa memenangkan kejuaraan lain.
Terpukul dengan Rencana Transfer Igor Paixao
Menurut perkembangan informasi terbaru, Asenal dan Sunderland sekarang harus mengatur ulang rencana mereka. Dua klub ini mendapat kabar kurang menyenangkan atas rencana masing-masing untuk bisa mendapatkan Igor Paixao. Awalnya mereka menargetkan pemain ini setelah tertarik dengan profilnya sebagai striker papan atas di Liga 1 dari musim lalu.
Sumber kami dari dalam Marseille mengatkan kalau Les Olympies jadi biang keroknya. Mereka cukup percaya diri bisa mempertahankan pemainnya. Masih berusia 26 tahun, rasa percaya diri mereka tetap terjaga dengan baik meski bursa akan segera berakhir dalam beberapa waktu ke depan. Bagi mereka, mempertahankan pemain kelahiran Brasil ini sangat penting. Dia memegang peran kunci dalam rencana dan proyek mereka untuk masa depan.
Situasi seperti ini biasanya menjad petunjuk kalau sebuah klub sudah memiliki rencana jangka panjang yang siap untuk mereka jalani. Tapi tak seperti rencana mereka dengan pemain, Marseille justru akan segera melakukan transisi di kursi pelatih. Sosok yang menempati kursi ini sekarang, Bruno Genesio, diberitakan sedang mempertimbangkan untuk mundur dari perannya di Stadion Velodrome. Langkah ini akand ia tempuh seandainya jajaran petinggi klub merestui Igor Paixao untuk meninggalkan mereka dalam beberapa minggu ke depan.
Ancaman ini muncul setelah Sunderland diberitakan sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan pemain tadi. Kesepakatan ini menjadi kabar baik setelah 2 penawaran mereka sebelumnya gagal. Tapi sekarang dengan kabar terbaru dari Perancis, belum dipastikan apakah mereka akan memilih untuk tetap bertahan atau langsung mengundurkan diri. Sedangkan bagi Arsenal, nama Igor Paixao masih menjadi salah satu opsi yang bisa merkea pertimbangkan untuk bagian bek kiri. Namanya menjadi opsi yang mereka pertimbangkan setelah gagal menarik Anthony Gordon untuk mengisi peran yang sama. Mereka juga gagal untuk mendapatkan Vinicius Junior sampai Morgan Rogers di awal musim panas ini.
Arsenal memang sedang melakukan langkah masif. Klub ini sedang melakukan perombakan besar-besaran demi bisa menggapai mimpi yang gagal mereka dapatkan di musim sebelumnya. Mereka sedang dalam perombakan signifikan terutama dii bagian depan kiri. Bukan hanya pemain yang datang, tapi ada beberapa pemain mereka yang juga melangkah pergi. Leandro Trossard memilih untuk bergabung dengn Besiktas. Sedangkan Gabriel Martinelli semakin dekat untuk menjadi pemain di Al Hilal.
The Gunners mencoba mengatasi kekosongan ini dengan mengandalkan pemain baru. Yang paling baru bergabung dengan mereka adalah Christos Tzolis. Mereka memilihnya untuk datang setelah terkesan dengan 2 pertandingannya dalam beberapa kompetisi. Dengan kata lain, Arteta tampaknya masih akan terus berusaha untuk menambah striker kiri baru sebelum bursa dinyatakan selesai. Penambahan ini juga bertujuan meningkatkan persaingan antarpemain, kunci penting lain untuk memastikan mereka selalu punya striker yang bisa diandalkan.
