Manchester City sudah memasuki babak baru mereka. Setelah berjala puluhan tahun bersama Pep Guardiola, sekarang Cityzens sedang berusaha membangun era yang baru. Tugas ini tidak akan mudah karena klub sebesar ini sudah cukup lama berjalan di jalur keemasan berkat ketajaman strategi yang diatur langsung oleh salah satu pelatih sepakbola terbaik yang pernah ada di muka bumi. Tapi transisi ini tidak berarti Manchester City langsung kehilangan semua kemampuan mereka sekaligus begitu saja. Keputusan tim ini untuk mengincar pemain Lille sekaligus timnas Maroko, Ayyoub Bouaddi, memberi pesan penting kepada publik. Manchester City tetap akan menjadi klub legendaris yang siap mematahkan harapan semua klub-klub di Inggris juga Eropa.
Intensifkan Upaya Tarik Ayyoub Bouaddi
Manchester City terus berusaha untuk membangun klub yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ditinggalkan Pep Guardiola memang bukan tugas yang mudah. Ada banyak orang yang ragu kalau Manchester City akan bisa tetap sekuat yang dulu. Tapi mereka sekarang mencoba untuk membuktikan kalau tak ada alasan untuk khawatir. Cityzens faktanya saat ini masih terus berjuang untuk bisa mendapatkan tambahan tenaga baru untuk menghadapi musim baru yang sudah terbentang di depan mata. Untuk kali ini, mereka berharap pemain-pemain yang bersinar di Piala Dunia 2026 akan bisa membantu perkembangan klub. Pamor besar sebagai klub legendaris jadi salah satu daya tarik yang mereka tawarkan ketika mengincar pemain Lille, sekaligus timnas Maroko, Ayyoub Bouaddi.
Gelandang berusia 18 tahun ini memang sedang menjadi sensasi global. Namanya di panggung dunia meroket tajam berkat permainannya yang fantastis di musim lalu bersama Lille. Selain itu, permainannya bersama timnas Maroko di Piala Dunia 2026 juga tidak kalah spektakuler. Kalau bicara tingkat klub saja, pemain ini telah menjalani 40 permainan bersama Le Dogues di LIga 1 dan Liga Eropa di musim 2025/26. Pengalamannya di dua kompetisi ini menjadi kesempatan emas untuk membuktikan kemampuannya. Berkat prestasinya, dia mendapat kesempatan untuk bergabung bersama timnas Maroko. Bersama mereka, ada 5 pertandingan yang masuk dalam riwayat karirnya, sampai akhirnya langkah mereka harus terhenti di partai perempat final.
Jadi Sensasi Global
Minggu lalu, nama pemain ini semakin diperhatikan global. Dengan usianya yang masih sangat muda, dia menjadi pemain termuda kedua yang pernah bermain di perempat final Piala Dunia. Hanya ada Pele yang lebih muda darinya ketika mendapatkan penghargaan yang sama. Tapi tidak seperti pemain legendaris Brasil tadi, dia gagal membantu Maroko melangkah lebih jauh. Melawan Perancis terbukti terlalu sulit bagi mereka. Dua gol dihentakkan Les Bleus ke gawang mereka dan sampai detik terakhir, Maroko seolah tidak bisa berbuat apapun.
Sekarang langkahnya bersama timnas Maroko di Piala Dunia 2026 memang sudah dipastikan berhenti. Perjuangan panjangnya di kompetisi ini sekarang sudah berhenti dan dia layak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Tapi permainannya yang begitu menjanjikan di Piala Dunia 2026 tak lantas membuat masa depannya di klub langsung terjamin. Sudah cukup lama publik mengendus spekulasi tentang apa yang akan terjadi berikutnya. Spekulasi ini semakin bergerak liar setelah beberapa klub elite Eropa terlibat.
Peran Besar Menanti Ayyoub Bouaddi di Man City
Persaingan demi mendapat pemain Maroko ini menang dari awal diprediksi tidak akan mudah. Manchester United dari awal langsung mengambil langkah seribu untuk mendapatkan Ayyoub Bouaddi. Mereka tak mau kehilangan satu detik pun momen dari pemain ini. Apalagi sebelum mereka mengambil keputusan, media sudah ramai memberitakan kalau Arsenal sudah langsung menghubungi Lille dimulai dari awal bursa.
Arsenal juga tidak sendirian. Langkah mereka diintai dekat oleh Real Madrid. Los Blancos sudah lama memperhatikan gelandang ini. Tapi memang untuk sementara, namanya belum masuk dalam daftar prioritas mereka. Hal ini berbeda dengan Manchester City. Cityzens justru dipandang sebagai kandidat yang sangat kuat yang sekarang sedang giat bekerja untuk menariknya datang. Setelah peninggalan Pep Guardiola, Manchester City belajar penting satu hal. Mereka tak boleh lengah ketika mengincar pemain. Mereka membuktikannya sekarnag dengan mengincar pemain timnas Maroko tadi. Mereka ingin memastikan kalau sebelum kontraknya di Lille berakhir, dia akan melihat Manchester City bisa menawarkan kesempatan karir yang jauh lebih baik.
Seperti semua yang mengincarnya, Lille sudah lama menunggu pemainnya ini untuk pulang. Selesai di Piala Dunia 2026 jadi ketentuan tegas yang dia tetapkan untuk semua orang, termasuk Lille, kalau memang akan membicarakan kontrak. Mereka berharap bisa memastikan tenaganya akan tetap bisa digunakan di internal klub, bukan tempat lain.
Memang ada kabar kalau saat ini sudah ada beberapa klub yang langsung memasukkan penawaran mereka. Semua klub mencoba untuk memastikan kalau mereka yang akan menjadi tempat tujuannya yang baru. Beberapa klub sampai memasukkan ketentuan kalau mereka akan mengizinkannya tetap bertahan di Lille untuk sementara sebelum benar-benar pindah. Tapi Manchester City punya rencana lain. Mereka berencana untuk langsung memasukkan gelandang ini dalam formasi utama mereka.
Manchester City ingin membuktikan kepada publik kalau mereka tetap klub raksasa dengan kekuatan masif, bahkan setelah ditinggalkan Pep Guardiola. Ketika percaya dengan pemain yang mereka targetkan, Cityzens langsung mengeluarkan semua kemampuan terbaik mereka. Langkah agresif mereka terlihat jelas ketika mendatangkan Elliot Anderson. Cityzens sampai mengeluarkan 116 juta poundsterling untuk pemain ini dari Nottingham Forest. Tapi langkah mereka tidak otomatis berhenti. Tim ini masih terus melanjutkan langkahnya untuk memperkuat pos-pos terutama di bagian tengah.
Kontrak yang ak pasti terutama untuk beberapa pemain seperti Rodri menambah pelik situasi mereka. Pemain ini sekarang rumornya sedang ditargetkan Real Madrid dengan penawaran kontrak jangka panjang. Mereka juga masih harus bergulat dengan kepastian kontrak untuk beberpaa pemain seperti Nico Gonzalez, Matteo Kovacic, sampai Tijjani Reijnders. Semua keputusan harus dibuat dengan cepat, terutama untuk bisa memastikan kalau semua pemain yang ada sekarang akan benar-benar bisa membantu Enzo Maresca dalam menjalnakan tugasnya sebagai pelatih baru.
Manchester City kabarnya sedang mempertimbangkan transfer untuk Sandro Tonali sebelum akhirnya dia memilih untuk bergabung ke Spurs dengan transfer 100 juta poundsterling. Sebagai gantinya, mereka sekarang mengincar Ayyoub Bouaddi. Dengan pemain ini, mereka harus bersiap karena Lille hanya akan melepasnya kalau menerima penawaran minimal 3 digit. Bos mereka, Olivier Letang, menyatakan kalau gelandang mereka ini punya kemampuan bermain yang unik, layak dibandingkan dengan Tonali dan Anderson. Tapi jela kalau memang Lille tidak dalam tekanan intens untuk segera berpisah dengan gelandangnya. Kontrak mereka masih akan bertahan sampai Juni 2029, cukup lama untuk menjadi alasan meminta dana masif.
